Sabtu, 29 Oktober 2011

“Tentang Kesetiaan”

Karena Seputih Itu Hati

Ku Tak Mungkin Ingkar

Pasti Rapuh Jika Kau Pergi

Apalagi karena Janji Terlanggar

(Octo 9th, 08)

Tuhan menciptakan tembok yang begitu kuat diantara kita


‘aku merintih di balik tembok penghalang itu”

Aku ingin berteriak sekencang mungkin, berharap tembok itu akan runtuh

Sekuat tenaga aku ingin mendobraknya…namun sia-sia.

Kita terperangkap dalam ruang kosong yang hanya ada satu tembok di antaranya.

Aku di sini merintih…memanggilmu.

Berharap suatu ketika tembok itu akan runtuh…

Ahhh, seandainya saja ada yang mengerti

Tapi kepada siapa aku harus meminta , akupun tak tahu.

Aku g yakin ada yang bisa membantu aku.

Apa mungin cinta kita ditakdirkan hanya sampai di sini?

Ouh, malang benar nasibku

Mencintai dan tak mungkin memiliki.

Yang aku pikirkan kini, dengan cara apa aku bisa melupakanmu?

Aku g mungkin sanggup

Karena kau tahu…dirimu selalu di hatiku sampai kapanpun meskipun kau bukan milikku.

(11 Feb 09)

Sabtu, 08 Oktober 2011

Penantian Senja



Matahari begitu cepat kembali ke peraduannya
Namun, rembulan enggan memberikan senyumnya
Berpayung langit hitam, aku duduk
Termangu, menunggu
Menunggu sesuatu yang aku yakini pasti
Menunggu dia yang janji kala senja akan kembali
Langit kian kelam ... menghitam
Namun aku masih berharap, senja datang lebih panjang
Tapi apa nyata?
Senja tlah berlalu
Dan dia yang ku tunggu tak kembali
Sampai malam ini

= 5 Oktober 2011=